Rupiah dan Sektor Pertanian

0
80

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: Sahara, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin menunjukkan pelemahan, sejak April 2018 dan berlanjut hingga kini. Faktor eksternal berupa gejolak ketidakpastian global, terutama perang dagang antara AS dan Cina, ditengarai merupakan penyebab utama melemahnya rupiah.

Pelemahan rupiah perlu diwaspadai karena berdampak pada kenaikan harga barang (inflasi). Di samping itu, pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS terkait erat dengan defisit neraca perdagangan, mengingat besarnya cadangan devisa yang dikeluarkan untuk membiayai impor.

Secara sederhana, neraca perdagangan suatu negara didefinisikan sebagai selisih antara nilai ekspor dan impor. Jika nilai ekspor suatu negara melebihi nilai impornya, neraca perdagangan negara tersebut surplus.

Jika nilai ekspor sama dengan nilai impor, neraca perdagangan akan berimbang dan jika nilai ekspor lebih kecil daripada nilai impor, neraca perdagangan akan defisit.

Badan Pusat Statistik melaporkan, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2018 mengalami defisit 2,03 miliar dolar AS. Defisit berasal dari sektor migas 1,18 miliar dolar AS dan sektor nonmigas sebesar 845 juta dolar AS.

[Read More]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here