0
50

KONDISI EKONOMI INDONESIA

Penulis: Sahara Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB – 17 October 2018, 05:20 WIB

PEREKONOMIAN RI masih mengalami guncangan dari adanya ketidakpastian di tingkat global. Pelemahan kurs rupiah tetap membayang-bayangi kondisi perekonomian di RI dan dikhawatirkan membawa RI ke krisis seperti kondisi 1997.

Namun, apakah benar kondisi ekonomi RI sudah berada di lampu merah? Untuk menjawab pertanyaan itu, penting untuk memahami indikator-indikator kunci makroekonomi di suatu negara. Secara makro, terdapat tiga indikator kunci makroekonomi, yaitu (1) pertumbuhan ekonomi, (2) inflasi, dan (3) kesempatan kerja.

Tiga indikator kunci makroekonomi

Indikator pertama ialah pertumbuhan ekonomi yang dicerminkan nilai produk domestik bruto (PDB). Data dari BPS menunjukkan PDB atas dasar harga konstan mengalami pertumbuhan positif sepanjang 2014-2018, yaitu 4,88% (2014-2015), 5,03% (2015-2016), dan 5,07% (2016-2017).

Bagaimana pada 2018? Berdasarkan laporan Bank Dunia (2018), di bawah ketidakpastian global pada kuartal 2 2018 perekonomian RI masih mengalami pertumbuhan 5,3%, meningkat dari pertumbuhan di kuartal 1 2018 (5,1%).

Indikator kedua, inflasi yang mencerminkan kenaikan harga-harga secara umum. Indikator utama yang digunakan untuk mengukur inflasi ialah indeks harga konsumen (IHK) yang dikelompokkan menjadi tujuh kelompok pengeluaran, yaitu (1) bahan makanan, (2) makanan jadi, (3) perumahan, (4) sandang, (5) kesehatan, (6) pendidikan, rekreasi dan olahraga, serta (7) transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Pada 2015, 2016, dan 2017, IHK di RI masing-masing 3,35%, 3,02%, dan 3,61%. Dengan inflasi yang di bawah dua digit itu (di bawah 10%), inflasi di RI masih masuk kategori wajar (inflasi ringan). Pada 2018, berdasarkan laporan BPS, inflasi di RI masih masuk kategori aman, yaitu 3,21% (Januari-September 2018).

Indikator kunci ketiga ialah kesempatan kerja dengan indikator itu terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja semakin tersedia. Berdasarkan laporan World Bank (2018), employment rate di RI pada Februari 2018 mencapai 65,7%, meningkat jika dibandingkan dengan Februari 2017 (65,3%). Pada periode yang sama, tingkat pengangguran turun dari 5.3% menjadi 5.1%.[read more]

Sumber : mediaindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here